Lubuklinggau, 11 Agustus 2026 – SMK PGRI Lubuklinggau resmi melaksanakan Launching Kelas Industri bersama PT. Sinar Sosro Gunung Slamat dengan mengusung tema “Mewujudkan Link and Match Pendidikan Vokasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI)”, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room “Bukit Sulap” SMK PGRI Lubuklinggau ini menjadi langkah strategis sekolah dalam memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Ketua Program Keahlian, guru, staf, serta siswa Kelas XI Bisnis Ritel sebagai peserta Kelas Industri.

Sementara itu, dari pihak PT. Sinar Sosro Gunung Slamat hadir Bapak Ario Kamandanu Dwi Putra, S.P., selaku Sales Trainer sekaligus pemateri Kelas Industri, serta Bapak Jefi Hana Alfikri, S.I.Kom., selaku Sales Supervisor.

Ditandai Penandatanganan MoU

Launching Kelas Industri secara resmi dibuka oleh Kepala SMK PGRI Lubuklinggau, Bapak Chandra, S.Pd., yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara SMK PGRI Lubuklinggau dengan PT. Sinar Sosro Gunung Slamat. Momen tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya kolaborasi kedua pihak dalam pelaksanaan Kelas Industri.

Dalam sambutannya, Bapak Chandra, S.Pd. menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PT. Sinar Sosro Gunung Slamat yang telah membuka ruang kolaborasi bagi SMK PGRI Lubuklinggau untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, kerja sama dengan industri merupakan bagian penting dalam mempersiapkan lulusan SMK agar tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di sekolah, tetapi juga memahami secara langsung budaya kerja, nilai-nilai perusahaan, serta tuntutan profesional di dunia industri.

“Terima kasih kepada PT. Sinar Sosro Gunung Slamat yang telah memberikan kesempatan kepada SMK PGRI Lubuklinggau untuk berkolaborasi melalui Kelas Industri ini. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan pengalaman dan wawasan industri kepada siswa sehingga mereka memiliki bekal yang lebih kuat ketika nantinya memasuki dunia kerja,” ungkap Bapak Chandra, S.Pd.

Kelas Industri ini direncanakan berlangsung selama kurang lebih satu semester dan diikuti oleh siswa Kelas XI Bisnis Ritel. Melalui program tersebut, sekolah berharap siswa dapat memperoleh pengalaman belajar langsung dari praktisi industri serta mampu menghubungkan materi pembelajaran di sekolah dengan kondisi nyata di dunia kerja.

PT. Sinar Sosro Gunung Slamat Siapkan Pembelajaran Berbasis Industri

Dari pihak PT. Sinar Sosro Gunung Slamat, Bapak Ario Kamandanu Dwi Putra, S.P. menyampaikan ucapan terima kasih kepada SMK PGRI Lubuklinggau atas kepercayaan dan kesempatan untuk berkolaborasi dalam program Kelas Industri.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal dunia industri secara lebih dekat, memahami bagaimana sebuah perusahaan bekerja, serta menumbuhkan sikap dan karakter yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.

Bapak Ario juga mendorong para siswa untuk mengikuti seluruh rangkaian Kelas Industri dengan sungguh-sungguh, aktif bertanya, serta memanfaatkan kesempatan belajar langsung dari praktisi industri. Menurutnya, kemampuan teknis saja tidak cukup untuk menghadapi dunia kerja. Siswa juga perlu memiliki etos kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, serta budaya kerja yang baik.

Lima Materi Kelas Industri, dari Company & Brand hingga Budaya 5R

Setelah prosesi launching dan foto bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi Kelas Industri yang diberikan langsung oleh Bapak Ario Kamandanu Dwi Putra, S.P.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan tiga materi utama, yaitu: Company & Brand, History of Tea dan Filosofi & Value. Ketiga materi tersebut memberikan pemahaman kepada siswa mengenai perusahaan dan brand, sejarah produk teh, serta filosofi dan nilai-nilai yang menjadi bagian penting dalam perjalanan dan budaya perusahaan.

Sementara itu, pada hari kedua, siswa akan mendapatkan dua materi lanjutan, yaitu: Etos Kerja ACC dan Budaya 5R. Materi tersebut diharapkan semakin memperkuat pemahaman siswa mengenai karakter dan etos kerja yang dibutuhkan di dunia industri, termasuk bagaimana membangun kebiasaan kerja yang disiplin, efektif, tertib, dan bertanggung jawab melalui penerapan budaya 5R.

Antusiasme terlihat dari para siswa Kelas XI Bisnis Ritel yang mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian. Kehadiran praktisi industri secara langsung memberikan pengalaman belajar yang berbeda, karena siswa tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai penerapan nilai, budaya, dan standar kerja di lingkungan industri.

Langkah Nyata Membangun Link and Match

Launching Kelas Industri bersama PT. Sinar Sosro Gunung Slamat menjadi salah satu langkah nyata SMK PGRI Lubuklinggau dalam memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Melalui program yang berlangsung selama kurang lebih satu semester ini, sekolah berharap terbangun hubungan yang berkelanjutan antara sekolah dan industri sehingga proses pembelajaran dapat semakin relevan dengan perkembangan dunia kerja.

Bagi siswa, Kelas Industri bukan sekadar tambahan pembelajaran, tetapi menjadi kesempatan untuk mengenal dunia kerja lebih awal, membangun karakter profesional, meningkatkan kompetensi, serta mempersiapkan diri menjadi lulusan yang siap bekerja dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri.

Dengan semangat kolaborasi antara SMK PGRI Lubuklinggau dan PT. Sinar Sosro Gunung Slamat, Kelas Industri diharapkan mampu menjadi bagian dari perjalanan menuju terwujudnya lulusan vokasi yang kompeten, berkarakter, mandiri, dan siap bersaing di dunia kerja. (SYL)